6 Manga yang Dilarang Keras di Berbagai Negara

 Membaca manga memang cukup mengasyikkan bagi anak-anak. Bahkan bagi kita yang sempat menikmati buah karya para pengarang Jepang itu di masa kecil, tentunya hobi tersebut masih terbawa hingga hari ini.

Akan tetapi, berhubung setiap negara memiliki aturan hukum dan budaya yang berbeda-beda, akhirnya banyak judul manga yang disensor ketika terbit di beberapa negara tertentu. Bahkan, ketika manga tersebut diadaptasi menjadi anime dan tayang di televisi beberapa negara, pemotongan adegan yang dirasa tak layak pun tetap terjadi.

Penyensoran terhadap manga maupun anime sendiri terkadang mendapat kecaman dari para penggemar fanatik. Dikarenakan cukup banyak anak-anak yang menikmatinya, maka beberapa manga atau anime yang tergolong cabul diubah dialognya. Tubuh telanjang pun ditutup seolah sedang mengenakan pakaian, dan beberapa simbol agama dihilangkan.

Lantas bagaimana jika sebuah judul manga dilarang terbit karena hal-hal tertentu? Pastinya reaksi tajam akan mencuat dari fans. Biasanya, pelarangan manga serta anime judul tertentu di suatu negara, bisa terjadi atas campur tangan orangtua, atau terkait dengan kasus hukum tertentu hingga akhirnya sebuah karya langsung dilarang terbit. Hal tersebut telah terjadi di seluruh dunia, baik di Amerika Serikat, luar negeri, bahkan hingga Jepang sendiri.

Manga mana saja yang dilarang keras untuk terbit di beberapa negara tertentu? Simak judul-judulnya di halaman berikut yang dikutip dari Anime News Network.




1. 
Ultraman: The Ultra Power (Dilarang di Malaysia)

Malaysia melarang penerbitan manga Ultraman: The Ultra Power pada  tahun lalu. Diduga kuat, penyebab utamanya adalah penggunaan kata 'Allah' di dalamnya.

Pihak berwenang di negara tersebut menganggap istilah untuk Tuhan umat Muslim itu digunakan dengan cara yang dianggap sesat. Terutama ketika superhero raksasa tersebut dibanding-bandingkan dengan Tuhan.

Departemen Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan bahwa 'Ultraman diidolakan oleh banyak anak-anak', dan menyamakannya dengan Allah akan 'membingungkan kaum muda pemeluk Muslim dan merusak keyakinan mereka'.

Diketahui, bagi siapa saja yang memiliki salinan manga tersebut di sana, bisa dituntut tiga tahun penjara atau didenda sekitar Rp 79,2 juta.

2. Pokemon (Dilarang di Arab Saudi)

Hampir serupa Ultraman, manga Pokemon juga dilarang keras untuk terbit karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Terlebih lagi, larangan keras itu datang dari negara Arab Saudi pada 2001 lalu.
Pihak pemerintah tersebut melarang penerbitannya setelah otoritas keagamaan Arab Saudi mengeluarkan fatwa terhadap franchise karena telah mempromosikan perjudian dan mengandung simbol-simbol berbau 'Zionis' dan Kristiani.

Pada saat larangan tersebut muncul, dunia memang sedang tergila-gila dengan Pokemon yang turut menuai kritik dari beragam kelompok agama di Meksiko dan Amerika Serikat. Kartu permainan yang sangat populer dan diklaim sebagai salah satu sumber perjudian.


3. Death Note (Dilarang di Tiongkok)

Tema pembunuhan secara supranatural dalam manga Death Note ternyata menjadi sorotan tajam di Tiongkok. Pemerintah Beijing menganggap metode yang digunakan karakter Light Yagami untuk membunuh penjahat dalam manga ini merupakan tindakan yang mengerikan.

Pemerintah setempat menilai Death Note sebagai manga dengan konsep 'ilegal dan menjadi hal yang menakutkan di sejarah penerbitan'. Mereka mengeluarkan larangan terhadap Death Note serta cerita-cerita horor lain untuk melindungi 'kesehatan fisik dan mental' para siswa.

Manga ini menarik perhatian setelah imitasi buku catatan yang mirip dalam kisah Death Note dipotong di Shenyang. Banyak buku catatan yang ditemukan di seluruh Amerika Serikat sewaktu manga ini berada di puncak popularitas.

Salah satu pihak orang tua di New Mexico berusaha untuk melarang karya ini di distrik sekolah setempat, namun permohonan itu ditolak. Para orang orang tua di Rusia juga membuat permintaan serupa kepada Vladmir Putin.

4. Barefoot Gen / Gen Si Kaki Ayam (Dilarang di berbagai sekolah Jepang)

Di Indonesia, manga Barefoot Gen atau Gen Si Kaki Ayam sempat dijual di berbagai toko buku dan sempat menjadi bacaan yang dianggap menggugah. Namun, sewaktu Jepang memilih bahan pelajaran untuk membahas kengerian Perang Dunia II, sekolah-sekolah di Negeri Sakura itu justru menarik salinan manga Gen Si Kaki Ayam.

Berbagai pihak sekolah di Jepang mengutip banyaknya kekerasan atau istilah yang digunakan untuk menghina orang miskin. Dugaan utama adalah munculnya motif berbau Nasionalisme. Namun pada satu waktu, salinannya telah ditarik dari sekolah di Izumisano City, Matsue, Osaka.

Bahkan, ada juga upaya oleh sebuah kelompok dalam menarik manga ini dari Hiroshima dengan dalih kisahnya hanya menyajikan penggambaran satu sisi. Secara keseluruhan, setidaknya 13 pemerintah daerah menerima permintaan supaya manga ini ditarik dari sekolah dan perpustakaan.

5. Dragon Ball (Dilarang di Sekolah Umum Daerah Wicomico, Maryland, AS)

Kepopuleran Dragon Ball ternyata kurang disambut hangat di salah satu sekolah Amerika Serikat. Salah satu anggota dewan daerah berhasil menarik manga berjenis laga-komedi tersebut dari sekolah dasar dan sekolah menengah di Maryland pada 2009.

Salah satu alasannya adalah banyaknya 'konten seksual', termasuk adegan yang melibatkan 'ketelanjangan, kontak seksual antar anak-anak, serta sindiran seksual antara orang dewasa dan anak-anak'.

Pada tahun 1999, salah satu orang tua membeli manga Dragon Ball Z untuk anaknya yang masih berusia empat tahun di TOYS R US. Ia pun menggambarkan manga tersebut sebagai 'pornografi berwajah halus' hingga seri berikutnya ditarik dari semua toko di Amerika Serikat. Penerbit pun menyensor konten tidak senonoh di dalam manga setelah insiden itu.

6. Welcome to Sugar Pot (Dilarang di Jepang)

Lekat dengan hal-hal cabul, Welcome to Sugar Pot ciptaan Yuzupon menjadi salah satu manga yang resmi ditarik setelah disahkannya Peraturan Pengembangan Kesehatan Remaja di Tokyo. Manga ini dipandang sebagai salah satu judul yang berbahaya untuk diterbitkan.

Banyak juga karya-karya lain yang mengalami nasib serupa. Contohnya adalah Oku-sama wa Shogakusei (My Wife is an Elementary Student), serta manga percintaan sedarah bertajuk Aki Sora. Keduanya tercatat kehabisan cetakan setelah peraturan tersebut disahkan. Meskipun begitu, Oku-sama wa Shogakusei masih berlanjut di dunia maya dengan bantuan dari mangak Ken Akamatsu (Love Hina).

To Love-Ru -Trouble- Darkness dan Yosuga no Sora mendapat evaluasi. kemungkinan besar akan lebih banyak lagi manga yang mengalami nasib serupa sebelum datangnya Olimpiade 2020 di Jepang.

Tambahan:
Manga, 60 Years Of Japanese Comics (Dilarang di San Bernardino County, California)

Bukan hanya manga buatan pengarang Jepang saja yang mengalami pelarangan penerbitan. Bahkan, ringkasan buatan Paul Gravett tentang sejarah manga bertajukManga, 60 Years Of Japanese Comics pun ditarik dari perpustakaan di San Bernardino County, California setelah para orang tua mengeluhkan isinya.
Sempat dinyatakan bahwa buku tersebut berisi 'berbagai adegan yang ditampilkan secara grafis, terutama salah satu yang menunjukkan aktivitas seks dengan hamster besar, yang tidak sesuai standar komunitas'. Buku tersebut pun diminta untuk dihapus oleh ketua Dewan Pengawas daerah setempat, Bill Postmus. 


0 Response to "6 Manga yang Dilarang Keras di Berbagai Negara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel