16-6-1896: Tsunami Jepang Tewaskan 20.000 Orang


Lempeng Pasifik bergerak di bawah lempeng Asia, sekitar 120 mil sebelah timur Pulau Honshu, Jepang, pada 16 Juni 1896, saat orang-orang di Kamaishi dan sepanjang pantai Sanriku, sedang merayakan festival tahunan.

Dilansir dari laman History, tumbukan dua lempeng bumi menyebabkan gempa berkekuatan 7,6 skala Richter. Disusul surutnya permukaan air di pelabuhan dalam waktu cepat, 20 menit setelah gempa.

Seperti air dalam ember yang diguncangkan, hanya butuh 15 menit hingga air kembali ke arah Pulau Honshu dengan kekuatan besar, membentuk dinding air yang masif, menyapu semua yang ada di pantai.

Seluruh desa di sepanjang garis pantai hancur, tersapu gelombang laut yang mencapai ketinggian sekitar 115 kaki atau lebih dari 35 meter. Para nelayan yang bekerja di laut, tidak tahu tentang kerusakan yang terjadi.

Hingga keesokan pagi saat mereka kembali, hanya menemukan reruntuhan dan mayat bergeletakan. Diperkirakan 22.000-27.000 orang tewas akibat tsunami yang terjadi 118 tahun lalu.

Seluruh bagian pantai Jepang tampaknya sangat rentan dengan tsunami. Pada 3 Maret 1933, tsunami kembali terulang akibat gempa berkekuatan 8,9 SR, menewaskan 3.000 jiwa.

Tsunami juga dilaporkan terjadi sebelumnya, pada 869 dan 1611. Bencana tsunami terakhir adalah pada 7 April 2011, setelah gempa 9,0 SR menyebabkan lebih dari 16.000 jiwa tewas dan 2.500 orang hilang.

Sementara salah satu tsunami dengan korban jiwa terbesar, tercatat pada 26 Desember 2004, mengakibatkan 230.000 orang dari 14 negara tewas, terutama di Aceh, Indonesia.

Source : dunia.news.viva.co.id

0 Response to "16-6-1896: Tsunami Jepang Tewaskan 20.000 Orang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel