Jepang Sudah Punya Kereta Cepat Sejak 50 Tahun Lalu


Persaingan menjual teknologi kereta cepat kian sengit antara negara-negara produsen seperti China, Jepang, dan Jerman dan Prancis. Jepang kokoh sebagai produsen 'kereta peluru' tercepat di dunia dan berambisi mengekspor teknologinya ke negara-negara lain.

Negeri Matahari Terbit ini telah punya kereta cepat bernama Shinkansen selama setengah abad sejak 1 Oktober 1964.

Posisi teratas Jepang yang dicapai pada rekor kereta cepat bertahan hampir 51 tahun. Saat ini, mengekspor 'kereta peluru' Jepang atau Shinkansen menjadi elemen penting untuk menghidupkan kembali perekonomian Jepang. Ekspor infrastruktur Jepang masuk dalam paket kebijakan ekonomi 'Abenomic'.

Setengah abad kereta Shinkansen telah mengangkut 5,5 miliar penumpang. Pengoperasian Shinkansen tahun 1964 pada kegiatan Tokyo Olimpic Games sekaligus menjadi 'lokomotif' lahirnya teknologi baru kereta api. Rute pertama yang dioperasikan yaitu Tokyo-Osaka.

Seperti dikutip dari situs resmi Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MILT) Jepang, Selasa (21/7/2015), selama 3 tahun pertama beroperasi, jumlah penumpang yang telah diangkut mencapai 100 juta orang.

Selama 50 tahun, Shinkansen menjaga prinsip 3S yaitu speed, safety and stability (kecepatan, keamanan, dan kestabilan). Selama setengah abad pula, Shinkansen bersih dari catatan kecelakaan kereta cepat.
Baca juga : Bikin Shinkansen 50 Tahun Lalu, Jepang Ngutang ke Bank Dunia
MILT mencatat hingga tahun 2010, sektor transportasi kereta cepat memberi dampak ekonomi mencapai US$ 19 miliar dari 315 juta penumpang.

Jepang juga memecahkan rekor kereta tercepat, dalam uji coba terbaru kereta cepat Chuo Maglev Shinkansen mampu melaju hingga kecepatan 603 km/jam. Jepang juga punya Tohoku Shinkansen berkecepatan 320 km/jam.

Negara pesaing belum mampu menyaingi kecepatan 'kereta peluru' buatan Jepang. Kereta cepat TGV kepunyaan Prancis berkecepatan 320 km/jam. High-speed rail buatan China melaju 300 km/jam. Amerika Serikat punya Acela Express yang melaju 240 km/jam. Eropa punya beberapa produsen besar seperti Alstom SA, Siemens, dan Bombardier.

Jepang ambisius untuk ekspansi lintas benua. April lalu, Jepang memenangkan proyek implementasi Shinkansen di Amerika Serikat untuk rute Los Angeles menuju San Fransisco sepanjang 559 kilometer.

Jalur tersebut mirip dengan Tokyo-Osaka di Jepang. Gubernur San Fransisco telah menandatangani proyek dengan perkiraan nilainya mencapai US$ 68 miliar.

'Kereta peluru' jenis megnetic levitation atau maglev kebanggaan Jepang tengah gencar ditawarkan Jepang kepada negara lain. Capaian rekor baru 603 km/jam ini punya arti besar bagi kereta maglev Jepang buatan Central Japan Railway Co (CJRC). Jepang menawarkan juga menawarkan kereta cepat jalur kereta maglev menghubungkan Washington-New York.

Jepang pun tengah berambisi memenangkan proyek di Asia Tenggara untuk menegaskan kekuatannya di negara-negara pasar produsen kereta asal China, antara lain di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Source : Detik.com

0 Response to "Jepang Sudah Punya Kereta Cepat Sejak 50 Tahun Lalu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel