Musik Hip-hop Jadi Musuh Baru Pemerintah Tiongkok


Pemerintah Tiongkok sedang menunjukkan rasa tidak suka kepada musik hip-hop. Seperti dilaporkan Reuters, mereka mulai menargetkan musisi dari genre tersebut karena dianggap menyebarkan nilai-nilai yang tak sesuai dengan kultur Tiongkok.

1. Beberapa musisi dipaksa turun panggung, sedangkan yang lainnya dilarang tampil


Musik hip-hop masih tergolong sangat baru di Tiongkok. Namun, sebuah acara TV berjudul Rap of China yang menampilkan sejumlah musisi hip-hop menjadi salah satu acara paling populer di negara tersebut. Penampilan mereka pun kerap ditunggu oleh penikmat musik yang identik dengan komunitas kulit hitam Amerika Serikat itu.

Pemerintah pun tidak tinggal diam. Dua pemenang kontes Rap of China, Wang Hao atau PG One, dan Zhou Yan atau GAI, menerima sanksi karena dianggap berperilaku buruk serta menyebarkan konten yang berlawanan dengan nilai-nilai Partai Komunis. GAI, misalnya, mendadak diberhentikan sebagai pengisi acara di salah satu stasiun TV.

2. Hip-hop dianggap musik selera rendah

Permusuhan terhadap musik hip-hop diduga lahir dari rasa khawatir pemerintah jika anak-anak muda Tiongkok membangkang dari aturan negara. Oleh karena itu, beragam upaya dijalankan untuk membatasi penyebaran aliran tersebut. Selain mencekal para musisinya, pemerintah juga menggiring opini publik agar ikut menilai hip-hop sebagai genre berbahaya.

PG One sempat dipaksa untuk meminta maaf karena liriknya dinilai menghina perempuan dan mendorong pemakaian narkotika. Setelah itu, media milik pemerintah, Xinhua, menulis bahwa ia "tidak layak mendapatkan panggung". Bahkan, Xinhua meminta masyarakat untuk "berkata tidak kepada siapapun yang menyediakan wadah untuk konten berselera rendah".

3. Pemerintah tak bersedia kehilangan kontrol terhadap kebudayaan

Menurut pemerintah, konten budaya, mulai dari game hingga seni, harus sejalan dengan visi dan misi Partai Komunis. Ketika ada yang dinilai tidak cocok, maka pemerintah segera bertindak. Konten vulgar dan tak bermoral, kata lembaga pengawas penyiaran Tiongkok, seharusnya tak mendapat hak tayang, termasuk hip-hop dan tato.

Pada 2015 lalu, kementerian kebudayaan Tiongkok melarang pemutaran 120 lagu yang mayoritas rap karena dipercaya "menyebarkan sesuatu tak layak, kekerasan, kriminalitas serta mengancam moralitas publik". Kemudian, pada tahun lalu, pemerintah Tiongkok melarang Justin Bieber tampil sebab perilakunya meresahkan masyarakat

0 Response to "Musik Hip-hop Jadi Musuh Baru Pemerintah Tiongkok"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel